#SalamHebat! Selamat Bergabung di Kelas Kami

Kelas-kelas yang kita masuki hari ini adalah bagian dari kelas yang akan kita berikan senyuman di masa depan. Maka bersemangatlah menjemput dan beraksi di kelas impianmu!

Buat kelasmu makin menarik dan mudah disini!

Halaman Kelas. Kelas Utama. Kelas Sinema. Kelas Bermain. Kelas Berita Terupdate. Kelas Inspirasi. Wali Kelas.

#Salam! Ayo Bergabung di Kelas Kami

Tidak Ada Anak Bodoh, Yang Ada Hanya Anak Malas

#SalamSigap! Persiapkan dirimu dari sekarang!

Pesaingmu bisa jadi adalah teman-teman yang pintar dan tidak malas sehingga persaingan ketat. Persiapkan dirimu di kelas-kelas terbaik disini!

#SalaMultiDimensi

"Kenalilah Musuhmu dan Kenalilah Driimu Sendiri Maka Kamu Tak Akan Terkalahkan Dalam Ratusan Peperangan" (Sun Tzu-The Art of War)

Tampilkan postingan dengan label Kelas Berita Terupdate. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kelas Berita Terupdate. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Juni 2014

Cara Sekolah Bantu Siswa Menentukan Peminatan



Ketemu lagi bat, yang sebelumnya udah di baca belum artikel nya? kalo belum, yuk di baca dulu, setelah itu baru deh lanjut kesini..


Rabu, 13 Februari 2013 | 16:43 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Sistem peminatan telah menjadi pilihan untuk siswa pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam kurikulum baru. Sistem peminatan yang mulai dilakukan pada kelas X ini tentu membutuhkan peran dari guru Bimbingan Konseling (BK) untuk mengarahkan anak ke minatnya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, mengatakan bahwa semuanya tidak akan diserahkan begitu saja pada guru BK. Kepala Sekolah juga akan diminta terlibat dalam menjalankan sistem peminatan ini. Untuk itu, para Kepala Sekolah juga wajib ikut pelatihan sebelum kurikulum baru diterapkan.

"Guru BK memang dilatih. Tapi tidak semuanya ke guru BK. Bisa juga ke Kepala Sekolah, karena itu ada pelatihan untuk Kepala Sekolah juga," kata Nuh di Kemdikbud, Jakarta, Rabu (13/2/2013).

Seperti diketahui, jumlah guru BK memang terbilang sedikit jika dibandingkan dengan guru mata pelajaran lain. Dalam satu sekolah, biasanya hanya ada dua atau tiga orang guru BK sehingga dinilai sangat kurang jika anak-anak yang akan masuk SMA ini butuh konsultasi dengan guru BK saat menentukan minatnya.

Secara terpisah, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kemdikbud, Hamid Muhammad mengatakan bahwa pelatihan pada guru BK yang ada di SMA termasuk Kepala Sekolah akan difokuskan untuk membantu anak-anak yang hendak masuk SMA agar mengenali bakat dan minatnya.

"Jadi anak-anak ini nanti dibantu memilih bidang. Ada form yang disiapkan sekolah dan akan diisi nilai ujian terakhir anak-anak yang mendaftar," ujar Hamid.

Dari daftar nilai ujian terakhir dikombinasikan dengan nilai rapor, akan terlihat calon siswa tersebut menonjol pada bidang yang mana. Berdasarkan hal tersebut, guru akan memberikan masukan pada calon siswa tersebut bidang peminatan apa yang sebaiknya diambil.

"Misalnya kuat di matematika. Tapi ternyata kuat di bahasa Inggrisnya juga. Nanti akan diarahkan bidang peminatan IPA dan memperkuat bahasa Inggrisnya melalui pilihan," jelas Hamid.

Seperti diketahui, ada sembilan mata pelajaran wajib yang akan dipelajari oleh siswa SMA pada kurikulum baru nanti. Selain itu, ada empat mata pelajaran pokok sesuai dengan bidang peminatannya dan dua mata pelajaran pilihan di luar bidang peminatannya yang akan diambil oleh siswa SMA.


WOOOOW, sekarang sekolah sekolah di Negara kita sudah lebih maju dari sebelumnya yah. Sekolah kamu udah belum bat? hmm, kalau belum ayo perjuangkan kesetaraan ini! 

sumber: 
edukasi.kompas.com/read/2013/02/13/16432269/Cara.Sekolah.Bantu.Siswa.Menentukan.Peminatan

Guru BK Dilatih Agar Siswa Tak Salah Pilih Peminatan



Hallo bat, ini ada info menarik, baca sampe akhir yah :)

Selasa, 12 Februari 2013 | 14:22 WIB
DEPOK, KOMPAS.com - Untuk mempersiapkan metode peminatan yang dilaksanakan pada kurikulum 2013, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengagendakan pelatihan guru Bimbingan Konseling (BK) yang ada di tiap Sekolah Menengah Atas (SMA). Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Musliar Kasim, mengatakan bahwa pelatihan guru BK ini sangat penting.

Pasalnya, guru BK ini ke depan akan berperan besar terutama di dalam menentukan peminatan yang akan dipilih oleh siswa dan mengarahkan anak agar tidak salah pilih dalam peminatan.

"Guru BK ini memegang peran besar agar anak-anak bisa memilih peminatan dengan tepat," kata Musliar saat Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2013 di Pusat Pengembangan Tenaga Pendidikan, Depok, Selasa (12/2/2013).

Peminatan untuk jenjang SMA ini dilakukan mulai kelas X sehingga pertama masuk anak-anak akan mendapatkan sembilan mata pelajaran pokok ditambah dengan empat mata pelajaran peminatannya. Selain itu, anak-anak juga diberikan kesempatan untuk memilih dua mata pelajaran berikutnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kemdikbud, Hamid Muhammad, mengatakan bahwa guru BK memang sangat diperlukan mengikuti metode peminatan yang diberlakukan pada kurikulum 2013. Nantinya guru BK yang akan memeriksa rapor siswa dan melihat anak-anak tersebut menonjol di bidang mana.

"Pelatihan tentu saja perlu. Ini sudah diagendakan untuk guru BK. Karena perannya penting sekali," ujar Hamid.

Seperti diketahui, pada jenjang SMA tidak akan ada lagi penjurusan IPA, IPS, dan bahasa seperti dilaksanakan sekarang ini melainkan berupa peminatan yang dipilih oleh peserta didik. Pemilihan peminatan dilakukan saat baru mulai masuk sekolah. Pengarahan oleh guru BK sekolah yang bersangkutan juga akan dilakukan sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.


gimana gimana? menarik kan?  nah, sebagai siswa teladan dan berprestasi, jangan lupa ingatkan guru BK kita dalam memilihkan peminatan. SIAAAP???



sumber:
edukasi.kompas.com/read-2013-01-0717550254/Guru.BK.Dilatih.Agar.Siswa.Tak.Salah.Pilih.Peminatan

Rabu, 28 Mei 2014

90 Persen Siswa Meminati IPA Di Tengah Jalan ada yang Pindah ke IPS


JAKARTA - Implementasi Kurikulum 2013 terus dievaluasi. Diantaranya adalah sistem peminatan untuk siswa SMA. Kepala Unit Implementasi Kurikulum (UIK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Tjipto Sumadi menerima laporan, 90 persen siswa SMA meminati jurusan IPA.
Seperti diketahui dalam pelaksanaan kurikulum baru itu, penjurusan di jenjang SMA dilaksanakan mulai dari kelas satu. Berbeda dengan kurikulum sebelumnya, dimana penjurusan dilaksanakan mulai kelas dua.
Kondisi di lapangan menunjukkan banyak siswa baru di SMA yang ditunjuk menjalankan Kurikulum 2013 meminati jurusan IPA. Selain muncul dari siswa sendiri, peminatan itu ternyata diintervensi juga dari orangtua. Orangtua biasanya memilih jurusan IPA, dengan pertimbangan bisa memilih jurusan apapun saat kuliah nanti."Apakah jurusan IPS juga tidak bisa memilih program studi apapun nanti ketika kuliah," ujar Tjipto dalam forum diskusi di Perpustakaan Kemendikbud kemarin.
Meskipun banyak siswa baru yang memilih peminatan jurusan IPA, ternyata beberapa bulan kemudian banyak yang rontoh dan pindah ke IPS. Alasannya adalah ragu atau tidak bisa mengikuti seluruh pelajaran yang ada di jurusan IPA.Tjipto menegaskan jurusan IPA maupun IPS sama-sama memiliki kesempatan kuliah termasuk untuk berebut pasar kerja. Dia bahkan menuturkan, anak-anak jurusan IPA yang kuliah di bidang teknik akan menjadi insinyur. "Insinyur itu kan tukang sebenarnya," katanya lantas tertawa.
Sedangkan untuk siswa-siswa yang dulunya jurusan IPS saat SMA, kemudian kuliah di prodi sosial justru bisa menjadi pemimpin perusahaan besar. Dia menegaskan masyarakat saat ini masih menganggap jurusan IPA itu lebih top ketimbang jurusan IPS. Padahal secara akademik, kedua jurusan itu sejajar. Tidak ada unsur strata di kedua jurusan itu. Tjipto mengatakan untuk siswa SMA baru yang mendapftar pertengahan tahun ini (tahun pelajaran 2014-2015), sudah dipersiapkan peminatannya sejak di bangku kelas 3 SMP. Sehingga nanti ketika memilih peminatan di jenjang SMA, mereka tidak gamang. Selain itu juga tidak terkesan diintervensi orangtua.
Saat ini seluruh siswa kelas 3 SMP, khususnya yang ingin melanjutkan di jenjang SMA, mendapat pendampingan intensif dari guru bimbingan konseling. Tujuan pendampingan itu adalah, memetakan siswa itu meminati jurusan IPA atau IPS. Selain itu rekam jejak akademiknya selama di banku SMP juga akan menjadi pertimbangan.

Tjipto menegaskan bahwa peminatan di jenjang SMA itu tidak bisa dipaksakan. Tetapi sistem peminatan ini tidak menutup kemungkinan ada perubahan dalam beberapa bulan setelah siswa mulai belajar. Dia juga mengapresiasi aturan di sejumlah daerah yang mewajibkan penentuan peminatan melampirkan hasil konsultasi dengan psikolog. (wan)


Kamis, 15 Mei 2014

Guru BK Punya Tanggung Jawab Besar







JAMBI, KOMPAS.com - Rumusan hasil uji publik yang telah dirampungkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) beberapa waktu lalu menyepakati bahwa penjurusan pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) akan diubah menjadi kelompok peminatan mulai dari kelas X. Untuk itu, persiapan harus dimulai sejak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kemdikbud, Hamid Muhammad, mengatakan bahwa bimbingan saat siswa berada pada tingkat akhir jenjang SMP harus diperkuat. Hal ini wajib dilakukan untuk mengantisipasi agar anak-anak tidak salah pilih kelompok peminatan nanti.

"Pembimbingan harus diperkuat. Ini menjadi tugas utama dari guru bimbingan konseling," kata Hamid saat dijumpai di Jambi, Senin (7/1/2013).

Guru bimbingan konseling ini, lanjutnya, memegang peran penting dalam mengarahkan siswa untuk mengetahui minatnya. Selain guru bimbingan konseling, kepala sekolah juga harus diberikan pengarahan untuk mendukung persiapan siswa saat akan melanjutkan jenjang menengah atas.

"Kepala sekolah dan guru akan ditatar duluan sehingga bisa mengarahkan anak dengan tepat," jelas Hamid.

Seperti diketahui, kelompok peminatan pada tingkat SMA ini tetap dibuka tiga kelompok yaitu IPA, IPS dan Bahasa. Hanya saja sistemnya tetap terbuka bagi siswa yang ingin mengambil mata pelajaran lintas bidang. Sementara jika menggunakan metode penjurusan, siswa hanya terkungkung pada mata pelajaran wajib sesuai jurusannya.

"Jadi yang ambil IPA tapi suka ekonomi boleh ambil itu mata pelajaran. Yang pasti tidak ada lagi stigma IPA itu anak pintar, IPS yang santai atau bahasa yang tidak diterima dua-duanya. Semuanya sama dan anak-anak bisa ambil apa yang jadi minatnya," tandasnya.

sumber: www.kompasiana.com 

Penulis
: Riana Afifah
Editor
: Caroline Damanik